Panduan Lengkap Belajar Bekam Secara Mandiri

Saya menulis Bekal Bagi Para Pembekam  tidak lain sebenarnya lebih pada memberikan nasehat bagi diri saya sendiri. Ya, hasil dari sebuah permenungan yang mendalam mengenai kecenderungan lintasan hati saat menjalani niat ingin lebih banyak menjadi bagian dakwah pengobatan nabi. Cukup lama melangkah, malam ini aku merenung bahwa sebenarnya ada yang kurang dari apa yang sudah dilakukan.

Jauh dilubuk hatiku muncul beberapa pertanyaan,

  1. Ketika tau manfaat sebuah titik bekam/ titik akupuntur, yakinkah titik itu yang menyembuhkan atau Allah semata yang menyembuhkan?
  2. Ketika giat menghafalkan aneka titik akupuntur berkhasiat dalam bahasa aslinya yang memaksa harus memerah otak agar bisa hafal, seberapa banyak ayat qur’an yang ku hafal? seberapa banyak hadist yang sudah ku sampaikan ulang ke umat?
  3. Antara kesibukan melayani pasien, sudah seberapa efektifkah penyampaian dakwahnya? dibandingkan waktu memikirkan perputaran earning targetan operasional klinik?
  4. Ini murni menghidupkan dakwah? atau menumpang hidup pada dakwah?
  5. Apakah bahkan yang paling esensial dari semua ajaran nabi yakni mengajarkan kepada umat ani’budullah wajtanibut thagut [memurnikan sesembahan semata kepada Allah dan menjauhi thagut] benar-benar tersampaikan melalui misi dakwah bekam? seberapa efektif? ataukah sibuk bagaimana membuat customer kembali lagi ke klinik kita secara rutin?
  6. Ketika memilih jalan dakwah itu dengan bekam, mengapa justru waktu ibadah shalat lima waktu jadi ‘tertinggal’ sebab harus menuntaskan bekam? mengapa waktu tilawah jadi hilang ketika sudah capek pulang dari melayani pasien? mengapa waktu tahajud jadi tak sempat karena satu dan lain hal?

Owh Allah, bener-bener sering menata hati. Sering-sering interospeksi bagaimana yang awalnya mulia menjalankan dakwah melalui pengobatan nabi, bisa benar-benar terlaksana sebagaimana idealnya. Ya bahkan semestinya, kesedihan bukan karena kita  ‘sepi’ yang berobat, namun sedih betapa sedikit umat mengenal CARA SEHAT menurut nabiNya.

Esensi Utama Bekal Bagi Para Pembekam

Bekal Bagi Para Pembekam  jelas bukan semata seberapa hafal dia akan anatomi tubuh pasien yang dibekamnya, seberapa dia paham alur diagnosis yang benar-benar jitu sehingga tidak false positif saat memberikan tindakan, atau seberapa luas penguasaan dia akan herbal, namun,,, cermati tauhidmu sendiri apakah sudah benar? Apakah tauhid keluargamu sudah benar? Jelas tidak bisa parsial dalam mengajarkan sunnah ke masyarakat.

Bukankah, para tabib besar di masa ke emasan islam didominasi oleh para ulama yang mengenal benar Allah sebagai sesembahannya. Allah yang tidak dia duakan dalam penghambaan maupun kecintaan. Entah apa jadinya seorang yang mengaku juru dakwah sunnah nabi dibidang pengobatan digertak jin yang menyusup masuk ke salah satu umatnya sudah gentar? Apalah patut dikatakan juru dakwah pengobatan nabi kalau para ulama sudah mengharamkan rokok, namun dia sendiri masih terus saja menghisapnya? Apalah patut panglima pasukan thibbun nabawi kalau pada moment tertentu masih menyembah kuburan seraya meminta aneka berkah melaluinya?

Bekal Bagi Para Pembekam

Jelas bukan semata skill membekam saja. Kembalikan ke asas dan niatnya untuk berdakwah. So, bekalnya adalah bekal juga seorang da’i yang menyerukan umat kepada dinullah. Menyeru kepada tauhid ‘azza wajalla. Jangan pernah lalai sebagai mana diwasiatkan gara memberikan nasehat bahwa sakit itu bunga kasih Allah agar engkau kembali kepadaNya yang selama ini kamu lupakan, kamu lalaikan, kamu ‘kunjungi’ dalam keadaaan sesempatnya saja.

Kembalikan arah perjuangan dakwah bekam kembali ke jalur benar-benar dakwah ilallah, bukan gimik bisnis semata. Bukan gimik arah gerak perjuangan semu memperjuangkan kelompoknya dengan mengatasnamakan dakwah. Apalagi sekedar demi meraup segelintir materi hiasan dunia yang sungguh menistakan kita disisi pandang Allah ‘azza wa jalla.

Tema Diskusi:

belajar bekam sendiri, panduan bekam lengkap, buku panduan bekam, buku bekam, belajar titik bekam

7 Comments

  1. Assalamu’alaikum.
    Alhamdulillah ssempat membaca tulisan anda.
    Saya Sangat setuju sekali dengan pendapat anda, namun saya masih merasa kesulitan menemui orang seperti itu. Saya maklum karena sekarang apa si yang g pake duwit? dan pembekampun adalah juga manusia yang butuh hidup….Tapi sebaiknya jangan pasang tarif biar pasien bayar seihlasnya saja insya Allah akan lebih berbarokah. Wassalamu’alaikum.Pak de Dallhar.

  2. Assalamualaikum. Mhn bimbingan n petunjuk tempat belajar bekam yang recomended.Terimakasih. barakallah fiikum

  3. assalamu’alaikum saya juga sangat tertarik dengan bekam, disamping untuk kelurga juga bisa untuk menolong sesama, tempat saya disemarang, dimana saya bisa belajar bekam. trimakasih wassalamu’alaiku

    1. klinik ar ridho, banyumanik, semarang.
      terminal banyumanik, jalan ke arah perumahan duta mas.
      udah dekat situ.
      bisa tanya ojek di area terminal banyumanik, biasanya hafal.

  4. assalaamu’alaikum warhmatuaai wabarakaahtuhu
    afwa mau tanya …klo msal ingin bua klinik bekam kira ” harus modal brp ya ..’?

Apa Pendapat Positifmu Mengenai Topik di Atas Kak?

Your email address will not be published. Required fields are marked *