Bagaimana Mengelola Panti Pijat Professional

Panti Pijat – Pijat merupakan salah satu bisnis yang sangat menjanjikan. Bagaimana tidak, bisnis berbasis membuat orang merasa enak dengan berbagai teknik menekan, meremas, memukul mukul demikian digemari baik kalangan muda maupun yang sudah udzur. Setidaknya itu yang saya perhatikan dari kunjungan ke beberapa panti pijat di jakarta beberapa waktu yang lalu.

Lho, hayo hayo, ngapain pergi beberapa panti pijat?

Jangan negatif dulu. Aku mengunjungi beberapa panti pijat dengan tujuan study lapangan yang nantinya akan menjadi bahan formulasi materi pelatihan bimbingan karir & kewirausahaan bagi para siswa tunanetra se DKI  Jakarta. Insyallah acaranya akan disupport penuh oleh DPD PERTUNI (persatuan tuna netra) DKI Jakarta.  Maka, secara real saya dan tim melihat bagaimana kondisi panti pijat yang ada di DKI Jakarta.

Lah, apa tuna netra wajib memijat?

Sebenarnya salah besar ketika mengidentikan tunanetra dengan pijat. Pada kenyataanya, temen-temen tuna netra memang sebagian besar memiliki mata pencaharian sebagai seorang pemijat. Mereka yang berlisensi pemijat mengikuti kursus pijat rata-rata selama dua tahun sekaligus ada magang agar bisa mendapatkan kelulusan sebagai pemijat. Beberapa profesi lain yang biasanya ada mulai dari pengacara, guru, sampai atlet. Hanya saja, salah satu topik yang jadi fokus bahasan dan pembelajaran adalah pengelolaan panti pijat tuna netra secara professional.

Urgensi materi pembelajaran apa?

Pentingnya memberikan pelajaran pengelolaan panti pijat secara profesional jelas dibutuhkan mengingat para tuna netra sebagian besar mengelola panti pijatnya secara sederhana saja. Tidak jarang, panti pijat sudah berdiri puluhan tahun yang notabene dengan kemampuan skill pijat yang sama namun dikelola dengan baik oleh mereka yang awas [sebutan orang yang bisa melihat] sudah ‘beranak’ omzet ratusan juta, namun pada panti pijat tunanetra sekedar membayar uang kontrakan pantinya saja mereka sudah kebingungan.

Di sisi lain, akses pembelajaran materi kewirausahaan atau pengelolan manajemen panti pijat bagi temen-temen tunanetra juga sangat terbatas. Maka materi pendidikan kewirausahaan bagi para pebisnis panti maupun bimbingan karir bagi tuna netra sangat diperlukan. Tujuannya, jelas menjadi bekal wawasan bagaimana pemilik panti memiliki ketrampilan manajemen dasar maupun tingkat lanjut demi pengelolaan bisnisnya dengan lebih baik di masa depan.

Lalu Bagaimana cara Mengelola Panti Pijat secara Professional itu?

Detailnya, jelas tidak mungkin bisa semuanya dipaparkan di sini. Hanya saja, bisnis pengelolaannya jelas tidak sekedar mengemas produk ataupun jasanya saja. Pertama yang wajib diperhatikan adalah personal yang ada didalam bisnis itu sendiri. Sederhananya, bagaimanakah perjalanan sebuah bisnis manakala mindset pemilikinya atau orang-orang di dalamnya selalu negatif terus, miskin nuansa optimisme pengembangan bisnisnya ke depan.

Persoalan  lain, bagaimana pengelolaan keinginan diri dan tekad positif yang sudah ada tanpa soft skill bisnis yang mumpuni baik dalam manajemen arus kas, marketing, penggajian sampai menentukan budaya kerja bagi para karyawannya.  Turn over terlalu tinggi, disiplin kerja yang kurang, permasalahan personal pemijat yang membelenggu akan dishare langsung dengan para pelaku usaha yang sudah berhasil. Tentu saja, pengeloaan materi akan memadukan seminar, workshop, aneka game ice break edukatif sehingga peserta bisa belajar secara fun dan penuh tantangan. Ah,, seru pokoknya,,, :).

Baca Juga : Solusi Kalau Kaki Panjang Sebelah | Kiat SUkses Merintis Klinik Bekam| Biaya Suntik Botok

 

Tema Diskusi:

Sukses menjadi pijat terapis, cara membuka usaha panti pijat tunanetra agar ramai, cara pijat tunia, makalah pijat tuna netra, Sukses bisnis pijat

One Comment

Apa Pendapat Positifmu Mengenai Topik di Atas Kak?

Your email address will not be published. Required fields are marked *