Beda Lampu Garam Bukit Vs Garam Biasa

Sewaktu berkunjung ke Batam, dalam salah satu sesi pelatihan herbal, saya tertarik dengan sebuah lampu yang belakangan saya tahu namanya Lampu Garam Bukit. Bentuknya aneh seiring juga saya ingin tahu Manfaat Lampu Garam Bukit. Bagi yang belum pernah menyaksikan, berikut salah satu design tampilannya.

Lampu Garam Bukit pembersih udara alami sehat tanpa ion negatif

Lampu Garam Bukit

Sebenarnya ada beberapa bentuk varian dari lampu yang berasal dari garam yang ada di bukit. Ya kan biasanya garam ada dilaut, namun ya justru uniknya garam bukit karena benar-benar dihasilkan secara alamiah pada pergunungan Himalaya di sebuah kawasan bernama Karakoram di timur negara Pakistan. Proses pembuatannya juga berbeda dengan garam biasanya, konon garam bukit terjadi secara benar-benar alami selama  jutaan tahun di rentetan ujung pegunungan tertinggi di dunia. Maka tidak heran, garam bukit dikenal sebagai  sumber mineral yang bersih dan bebas dari  pencemaran.

Apakah bedanya garam bukit dengan garam dapur biasanya?

Saya yakin muncul pertanyaan tersebut diatas dalam benak anda. Pada awalnya, Sayapun demikian, terus terang sampai saya oleskan jari saya kepada lampu garam yang saya lihat kemudian saya jilat. Ya, Asin. Sama asinnya dengan garam dapur biasa. Lalu dari sisi kandungan kimia? Berdasarkan sumber-sumber yang saya kumpulkan, kandungan kimia rock salt berbeda dengan garam biasa.

Garam dapur yang biasa kita temui dalam peredaran, sebagaimana gula pasir, telah melalui serangkain proses kimia yang menghilangkan struktur molekul kompleksnya. Garam dari petani diolah, dicampur, dimurnikan sehingga lahirlah garam putih bersih seperti yang kita jumpai di dapur. Kandungannya pun cenderung menjadi senyawa tunggal Na Cl (sodium clorida) saja. Bandingkan dengan garam yang asli dari petani garam, ditinjau dari sisi warna, kebersihan, lebih mendalam struktur kimianya jelas sudah berbeda.

Agar lebih jelas, berikut uraian unsur kimia alamiah  yang terkandung pada garam bukit (totalnya ada 84  unsur), yaitu hydrogen, lithium, beryllium,boron,carbon,nitrogen,oxygen ,fluoride,sodium, magnesium,aluminum, silicum, phosphorus,sulfur, chloride, calcium,  scandium,titanium,vanadium,chromium,manganese, iron,cobalt,  nickel, copper, zinc, gallium, germanium, arsenic, selenium, bromine, rubidium, strontium,yttrium, zirconium, niobium, molybdenum, ruthenium, rhodium, palladium,silver,cadmium, indium, tin, antimony, tellurium, iodine,cesium,barium, lanthanum,cerium, praseodymium, samarium, europium, gadolinium, terbium, dysprosium, holmium, erbium,thulium,ytterbium, lutetium, hafnium,tantalum, fungsten, rhenium. Osmium,iridium,platinum,gold ,mercury ,thallium,lead,bismuth, polonium,astatine,francium, radium,actinium,thorium, protactinium, uranium, neptunium and plutonium (sumber: Water & Salt, The Essence of Life oleh Dr. Barbara Hendel, MD and Biophysicist, Peter Ferreira.).

Wah luar biasa bukan?

Sangat lengkap…

Selain itu dari sisi penggunaan juga jelas berbeda

Garam bukit dengan kemampuannya membersihkan udara dengan hasil produksi ion negatif yang muncul ketika dia mengalami pemanasan. Teorinya sih, Dr Albert P. Krueger, seorang ahli mikrobiologi dan ahli patologi percobaan di Universitas California, menemukan bahwa kuantitas Ion Negatif yang kecil bisa membunuh dan menghilangkan bakteri dalam udara dengan cepat  dengan itu ia dapat mengurangi kemungkinan infeksi pada orang.  Ini menunjukkan Lampu Garam Bukit dapat meningkatkan Ion Negatif   (vitamin udara)  sehingga 300 atau 3 kali lipat.

Selain sebagai pembersih udara, saya pernah mengikuti training pengobatan alami yang menggunakan garam bukit sebagai media terapinya. Terapi itu dinamakan terapi garam. Singkatnya, fungsi terapi garam bukit itu caranya adalah dengan mengsangrai lalu garam bukit yang panas itu dibungkus menggunakan kain yang bersih kemudian ditempelkan pada beberapa titik energi tubuh. Cara kerja terapi garam bukit dengan metode sangrai itu adalah mengupayakan kelancaran peredaran energi dalam tubuh (Qi dalam istilah cina) sehingga tercipta kesehatan yang optimal. Kapan-kapan detailnya kita diskusikan.  Penggunaan lainnya, garamnya digunakan sebagai mendia tambahan terapi kasus-kasus kekurangan mineral yang dialami oleh manusia.

baca juga: Kaitan Garam dengan Asam Urat dan Syarat menjadi pembekam

Tema Diskusi:

garam bukit, apa sih garam gunung, perbedaan garam bukit dengan garam biasa, manfaat garam gunung himalaya, manfaat garam bukit untuk kesehatan

4 comments

  1. Pingback: Pengaruh Konsumsi Garam terhadap Kasus Asam Urat | campur bawur

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>