Syarat Menjadi Seorang Pembekam*

::Rajabekam.info:: Majelis Training for trainer Asosiasi Bekam Indonesia (ABI) yang bertempat di Puncak, Bogor, 29-31 Mei 2011 benar-benar merupakan ajang silaturahmi sekaligus recharge energi ruhani sebab bisa mendapatkan taujih rabbani luar biasa dari para asatidz yang mendampingi gerak juang ABI.

Nasehat yang demikian mengena salah satunya yang sempat saya rekam -ya sekalipun kurang sempurna- adalah berkaitan syarat seseorang boleh memilih hidup menjadi seorang ahli terapis dan membuka praktek pengobatan menurut Imam Ibnu Qayyim Al Jauziyah yaitu:

Pengobat harus mampu memelihara atau meningkatkan tingkat kesehatan yang tersisa

JAngan sampai terjadi pasien yang datang kepada kita malah penyakitnya berkembang semakin parah. Padahal sebelumnya dia datang kepada kita dalam keadaan masih punya ‘sisa’ kesehatan. Atau bahkan yang tersisa itu malah lenyap.

Dia adalah profil seseorang yang bisa mengembalikan kesehatan yang hilang

Ketika tanda-tanda sisa kesehatannya saja sudah tidak muncul, maka peran seorang pengobat selanjutnya adalah dirinya harus mampu mengembalikan kesehatan pasien yang hilang. Jangan sampai seorang pengobat sekedar berpura-pura bisa mengobati namun sebenarnya dirinya tidak memiki kompetensi yang cukup. Pada akhirnya, tidak ada perkembangan pada kesehatan pasien. Serahkan pada ahlinya kalau memang bukan kompetensinya.

Pengobat yang ahli harus mampu menghilangkan SEBAB sakitnya

Penyakit benar-benar tuntas bisa diatasi. Bukan sekedar mengilangkan gejala-gejalanya saja padahal muara penyakit yang utama terlupakan. Bisa jadi karena memang belum benar-benar memiliki kecakapan mendiagnosis dan merangkai rumusan pathologi penyakitnya secara cermat sehingga sumbernya malah tidak terobati.

Dia adalah seseorang yang mengerti prioritas penyembuhan

Dirinya bisa menganalisa dan mengambil keputusan dalam prioritas penanganan. Mana yang darurat, mendesak, lebih penting terlebih dahulu diobati, mana yang bisa ditunda. Sebab jelas pengobatan banyak kasus lebih baik diobati satu persatu dari yang paling darurat. Pengobat yang bodoh perkara prioritas jelas membahayakan pasien.

Demikian empat Syarat yang minimal harus dipenuhi seorang pengobat, sebenarnya ada enam sih, hanya saja teman-teman yang bisa melengkapi atau menambahi kupasan diatas saya persilakan. Sebab kemarin sat menyimak tausiyah Ust. Husein mengenai ini, saya tidak membawa alat tulis atau alat perekam lainnya. Intinya, kalau merasa belum bisa memenuhi perkara diatas, belajar dulu deh, sempurnakan,jangan tergesa membuka klinik bekamnya. Terima Kasih.

—————

*juga dimuat di dalam website yarobbi.com

Tema Diskusi:

Cara menjadi pembekam ahli, syarat menjadi herbalis, syarat menjadi terapis bekam, syarat pembekam

Apa Pendapat Positifmu Mengenai Topik di Atas Kak?

Your email address will not be published. Required fields are marked *