Usulan Manajemen Pengelolaan PMR

Pada awal waktu dulu saya mengenal PMR, saya dihadapkan pada kenyataan bahwa PMR tidak ubahnya pramuka hanya berbeda seragam dan sebutan saja. bagaimana tidak orientasi pengelolaanya sama hanya berbeda pada PMR ada penambahan materi P3K dan PK saja. Itupun keduanya masih miskin bahan praktek. Adanya teori melulu yang ujung-ujungnya sekedar jadi bahan hafalan. Selain ada penambahan materi itu, kesannya sama saja dengan pramuka.

Kejelasan Visi Kepengurusan

Selanjutnya dalam persepsi saya, saya berpikir bahwa PMR itu ya pergerakannya ke arah medis. Ibaratnya, biarlah anak-anak pramuka jadi tentaranya, anak-anak PMR nantinya jadi tentara medis atau pusat rawatan netral seperti kegiatan red cross internasional di saat ada peperangan.  Sehingga dalam penjabarannya pun harus benar-benar dispesifikasikan sesuai dengan visi permulaannya. Alumni ekskul PMR baik wajib maupun tidak wajib, harus mempunyai skill perawatan keluarga yang mumpuni. Katakanlah, kenapa PMR tidak sekalian mempelajari secara resmi materi seperti Bekam, yumeiho, kiropraktik, terapi utama pada berbagai kasus yang sudah berstandar internasional.

Apa sih bekam, yumeiho, kiropraktik itu?

sesi Pelatihan PMR gambar manajemen palang merah remaja
Revolusi Pelatihan PMR

Bekam [cupping therapy, hijamah, kop] merupakan salah satu cabang ilmu pengobatan yang mempergunakan kop atau alat hisap tertentu yang diterapkan demi mendapatkan manfaat kesehatan tertentu. Gambaran tradisionalnya, apa bila dulu orang jawa mempergunakan gelas, kertas,koin uang, dan korek api buat memberikan ‘sensasi bekam’ bagi warga masyarakat yang sedang masuk angin alias meriang. Kini pengobatan bekam sudah berkembang pesat serta didapatkan banyak testimoni dari para para pemakainya maupun dari ranah riset medisnya.

Lalu yumeiho apa? lebih spesifik saya bahas di web belajar yumeiho milik saya. Mampirlah. Intinya, itu merupakan gambaran serangkaian teknik terapi yang memfokuskan pada pembetulan posisi serta kesehatan area pinggul manusia. Para ahli yumeiho meyakini bahwa kesehatan tulang belakang secara keseluruhan meliputi kelurusan, kelenturan, dan presisi posisinya akan memberikan dampak kesehatan keselurhan bagi tubuh manusia. Permasalahan sedikit saja, misal terkenal ada isitilah syaraf terjepit pada area tulang belakang manusia, akan memberikan dampak penyakit yang terasa dalam jangka panjang pada diri orang tersebut.  Terapi yumeiho mirip dengan terapi kiropraktik, hanya beda antara yumeiho dengan kiropraktik adalah yumeiho itu fokus pada pembetulan tulang pinggul, sedangkan kiropraktik pada tulang punggung secara keseluruhan.

Pertanyaan saya, mengapa tidak sekalian anak-anak PMR di ajarkan materi yang demikian itu? iya sih, memang sudah ada kurikulum pendidikan PMR, namun apalah arti kurikulum kalau secara real praktek dilapangan kurang bisa memberikan kontribusi bagi siswa? intinya, fleksibel. Kurikulum tetap dipakai, hanya saja, lebih kreatif dalam penerapan. Setuju?

Apa Pendapat Positifmu Mengenai Topik di Atas Kak?

Your email address will not be published. Required fields are marked *