Syarat menjadi peruqyah Syar’iyyah

Syarat menjadi peruqyah – Kesurupan menjadi fenomena yang ada-ada saja terjadi di area sekitar kita. Solusi terbaiknya ruqyah, namun kog pada nggak ngerti ruqyah itu apa? Syarat menjadi peruqyah itu gimana? padahal ruqyah itu sendiri sangat dekat dengan kehidupan kita dan urgen sekali setiap muslim mempelajarinya. Oke kita bahas aja apa saja yang dijadikan syarat agar bisa menjadi seorang peruqyah Syar’iyyah.

 

 

Ruqyah itu sendiri secara umum artinya adalah mantra. Kog mantra? Iya, namun beda, kalau mantranya dukun kan nggak jelas baca apa, kalau ruqyah syar’iyyah jelas mantra-mantranya menggunakan bacaan ayat Al Qur’an serta doa-doa dari hadis nabi yang shahih. Sudah itu saja, tidak pakai ada doa-doa warisan mbah siapa, atau ustadz siapa, apa kiai siapa, cukup apa yang sudah di wariskan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa salam [detail mengenai perbedaan itu sudah aku bahas di sini ].

 

Nah karena mantra itu berasal dari Rasulullah, maka jelas syarat wajib orang yang bisa menjadi peruqyah Syar’iyyah adalah mereka yang punya syahadatain alias umat islam. Agar lebih detail mari kita pasang pemerian saja, syarat lainnya yaitu:

  1. Mempelajari Aqidah yang benar serta berupaya sekeras tenaga mengamalkannya. Gampangnya, dia musti mengenal lebih baik memahami tauhid rubbubiyah, uluhiyah, serta tauhid asma wa sifat. Sehingga insyallah secara kualitas ibadah dirinya sendiri kepada Allah itu baik, serta bisa menjaga diri dari fitnah jin yang dihadapi olehnya kelak.
  2. Bukan pengamal kesyirikan, hidup didalam kesyirikan, dan terlibat di dalamnya. Misalkan, menggunakan jimat, tenaga dalam, mengikuti ritual-ritual perdukunan, serta meminta bantuan dukun.
  3. Shahih ibadahnya. Shalat lima waktu, lebih utama shalat lima waktunya berjamaah dimasjid.
  4. Bisa membaca Al Qur’an sesuai kaidah baca yang benar. Sekalipun tidak benar-benar sempurna makhrojil huruf maupun tajwidnya. Lebih utama sambil terus belajar sehingga bisa lebih baik nantinya dalam memberikan support berbentuk ruqyah bagi yang membutuhkan.
  5. Telah belajar ilmu ruqyah. Segala sesuatu butuh ilmu. Baik melalui buku, berguru, diskusi dengan yang lebih ahli maupun mengikuti trainingnya kalau ada. Intinya kita mengerti mana ruqyah yang syar’i mana yang Syirk’ki. Agar jangan sampai bercampur katanya syar’i kok kecampuran yang syirki. Lalu mengenal pula tabiat-tabiat jin itu seperti apa dan pola tingkahnya dan lain-lain. Lebih baik sudah pernah magang menemani Asatidz meruqyah.
  6. Memurnikan niat bahwa kesembuhan termasuk keluarnya jin atau nggak itu semata-mata ditangan Allah. Kita hanya sebatas membantu jalan ikhtiar agar bisa diperoleh kesembuhan.

wah syaratnya kog banyak sekali? ya itu sebenarnya mendekati syarat ideal. Hanya saja yang lebih penting dari semua itu sebenarnya saya mau katakan, “jangan menunggu jadi ustadz atau ustadzah yang tinggi ilmunya lebih dulu baru mau meruqyah atau belajar ruqyah”. Cobalah memikirkan beberapa pernyataan berikut:

  • Ketika Anda tidak ‘turun tangan’ lalu pasien itu dibawa ke dukun MUSYRIK anda rela?
  • Kapan diri Anda bisa benar-benar suci dan bersih dosa sehingga baru mau tergerak meruqyah orang lain?
  • Anda, atau Allah lah yang mengurus kesembuhan orang yang sedang kesurupan? Kalau Allah jawabannya, mengapa anda tidak PD sekedar menjadi jalan wasilah kesembuhanNya?
  • Bukankah yang sedang kesurupan adalah pihak yang di dzalimi? bukankah dengan sekedar mengajaknya semangat agar memohon kepada ALlah agar disembuhkan maka peluang terkabulnya doa dirinya bisa lebih besar?

Jadi sebenarnya Syarat menjadi peruqyah Syar’iyyah itu apa? Ringkasnya menurut saya adalh dikembalikan pada niat kita. Ketika kita niat dakwah, niat membela saudara kita dari terjerumus ke kemusyrikan, niat amal shalih, dan memperjuangkan sunnah rasulullah, Insyallah Allah akan bantu kita, bantu si pasien pula agar segera mendapatkan kesembuhan. Allah sudah katakan, “barang siapa menolong Allah, maka Allah akan menolongnya” pada salah satu firmanNya yang mulia. Wallahu A’lam.

 

Baca juga: Berapa kali diruqyah agar bisa sembuh serta tanya jawab lain seputar ruqyah

 

 

Tema Diskusi:

cara menjadi peruqyah, syarat menjadi peruqyah, syarat menjadi seorang peruqyah, syarat peruqyah, syarat jadi peruqyah

Apa Pendapat Positifmu Mengenai Topik di Atas Kak?

Your email address will not be published. Required fields are marked *