Susu kambing antara manfaat dan kenyataan

Susu kambing pada hari ini bisa dengan mudah kita dapatkan disekitar kita. Mulai produk Susu kambing yang murni berbentuk cairan fresh dari ‘botolnya’ sampai yang sudah dibuat secara instan sehingga menghasilkan tablet susu kambing dalam berbagai bentuk kemasan. Namun, apakah ketenaran manfaat susu dari kambing juga bisa menggantikan fungsi ASI pada bayi dan balita, itu yang jadi pertanyaan.

 

Hadist Susu kambing

Kita bisa perhatikan fenomena derasnya orang mengkonsumsi Susu instan dari kambing dari beberapa faktor. Bisa jadi karena memang semangatnya mereka akan agama islam, dimana menurut sebagian orang rasulullah juga memerah kambing lalu beliau suka meminum susunya sehingga umat semangat melakukan it tiba’ [mencontoh] apa yang sudah dilakukan rasulullah tersebut. Sekalipun, saya masih kurang ilmu mengenai hadist rasulullah meminum susu kambing itu kalau hadistnya ditimbang dari keilmuannya. Maksudnya, itu hadist derajatnya bagaimana, apakah hadist shahih, hasan, dhoif, atau seperti apa.

Sebab, memang didapati beberapa hadist menyebutkan rasulullah meminum susu juga, hanya saja kurang detail itu susu yang diminum apakah memang susu kambing, atau bisa jadi susu sapi, atau malah onta. Nah disini, peran ulama yang mampu menjelaskannya.

Kedua, karena memang konsumen sekarang menyukai produk-produk sehat berbasis herbal yang lebih aman dikonsumsi daripada obat kimia sintetis. Sekalipun kadang juga dilematisnya, konsumen kurang sadar, sealami apapun herbal itu sebenarnya jika mengkonsumsinya kurang tepat dengan sindrom penyakitnya justru bisa memperparah penyakit yang diderita.

 

Susu kambing apakah benar-benar bermanfaat bagi kesehatan?

Pertanyaan ini sudah dijawab dalam berbagai penelitian seperti pernyataan bahwa Susu kambing mengandung zat-zat yang mampu meningkatkan kecerdasan seorang anak, banyak jumlah kandungan antibodi, kandungan kalsium, jumlah kalori yang cukup, sampai berbagai riset hasil penelitian pada pasien yang mengkonsumsi susu kambing. Ujung-ujungnya, konsumen perlu menanyakan dengan cerdas, “la itu yang dijadikan penelitian, kambingnya dikasih makan apa? serta bagaimana perawatannya?”.

 

Kog begitu? Menurut hemat kami, pasti jelas berbeda hasil produksi susu, kambing yang diternak secara profesional dimana kandungan gizi, mineral, mutu pakan, tingkat kesehatannya dibandingkan kambing yang sekedarnya saja dalam perawatan. Logika praktisnya, Nutrisi berbeda jelas menghasilkan kualitas susu yang berbeda, Sunatullahnya demikian.

 

perlu kejujuran produsen Susu kambing

Maka sebenarnya, apabila penjual mau jujur ketika menjual mereka tentunya tidak asal mencomot hasil penelitian yang ada tanpa lebih dahulu mencermati apakah produk kualitas susu yang mereka punya setidaknya mirip dengan kualitas susu yang dijadikan riset. Misal tidak sama kog mengambil hasil riset lantas digunakan pada label produknya, dikhawatirkan itu termasuk perbuatan menipu dan kurang jujur. Kecuali mungkin anda tempelkan disitu testimoni orang yang telah mengkonsumsi susu dari kambing ternak anda atau produk yang memang anda kasihkan ke masyarakat, silakan saja. Wallahu a’lam

 

Baca juga Panduan pengobatan islam

Tema Diskusi:

manfaat susu kambing dan minyak ikan, pilsusukambingmenurutilmukedokteran

Apa Pendapat Positifmu Mengenai Topik di Atas Kak?

Your email address will not be published. Required fields are marked *