Program Imunisasi TT Ibu Hamil

Program Imunisasi – Program Imunisasi bertujuan untuk menurunkan angka kesakitan, kecacatan dan kematian dari penyakit-penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I). Untuk mencapai hal tersebut, maka program imunisasi harus dapat mencapai tingkat cakupan yang tinggi dan merata di semua wilayah dengan kualitas pelayanan yang memadai. (Dinkes Jambi, 2003).  Pelaksanaan kegiatan imunisasi TT ibu hamil terdiri dari kegiatan imunisasi rutin dan kegiatan tambahan.

Periode Program Imunisasi Bagi ibu ibu

Kegiatan Program Imunisasi rutin adalah kegiatan Program Imunisasi yang secara rutin dan terus-menerus harus dilaksanakan pada periode waktu yang telah ditetapkan, yang pelaksanaannya dilakukan di  dalam gedung (komponen statis) seperti puskesmas, puskesmas pembantu, rumah sakit, rumah bersalin dan  di luar gedung seperti posyandu atau melalui kunjungan rumah. Kegiatan imunisasi tambahan adalah kegiatan imunisasi yang dilakukan atas dasar ditemukannya masalah dari hasil pemantauan atau evaluasi.(Depkes RI, 2005)

 

Program Imunisasi sesuai Jadwal Imunisasi TT ibu hamil

  1. Bila  ibu hamil sewaktu caten (calon penganten) sudah mendapat TT  sebanyak 2 kali, maka kehamilan pertama cukup mendapat  TT 1 kali, dicatat sebagai TT ulang dan pada kehamilan berikutnya cukup mendapat TT 1 kali saja yang dicatat sebagai TT  ulang juga.
  2. Bila ibu hamil sewaktu caten (calon penganten) atau hamil sebelumnya baru mendapat TT 1 kali, maka perlu diberi TT 2 kali selama kehamilan ini dan kehamilan berikutnya cukup diberikan TT 1 kali sebagai TT ulang.
  3. Bila ibu hamil sudah pernah mendapat TT 2 kali pada kehamilan sebelumnya, cukup mendapat TT 1 kali dan dicatat sebagai TT ulang.

Cara pemberian dan dosis Program Imunisasi

  1. Sebelum digunakan, vaksin harus dikocok terlebih dahulu agar suspensi menjadi homogen.
  2. Untuk mencegah tetanus/tetanus neonatal  terdiri dari 2 dosis primer yang disuntikkan secara intramuskular atau subkutan dalam, dengan dosis pemberian 0,5 ml dengan interval 4 minggu. Dilanjutkan dengan dosis ketiga setelah 6 bulan berikutnya. Untuk mempertahankan kekebalan terhadap tetanus pada wanita usia subur, maka dianjurkan diberikan 5 dosis. Dosis ke empat dan ke lima diberikan dengan interval minimal 1 tahun setelah pemberian dosis ke tiga dan ke empat. Imunisasi TT  dapat diberikan secara aman selama masa kehamilan bahkan pada periode trimester pertama.
  3. Di unit pelayanan statis Program Imunisasi, vaksin TT yang telah dibuka hanya boleh digunakan selama 4 minggu dengan ketentuan :
•  Vaksin belum kadaluarsa
•  Vaksin disimpan dalam suhu +2º – +8ºC
•  Tidak pernah terendam air.
•  Sterilitasnya terjaga
•  VVM (Vaccine Vial Monitor) masih dalam kondisi A atau B.
4.   Di  posyandu, vaksin yang sudah terbuka tidak boleh digunakan lagi untuk hari berikutnya.
Efek Samping
Efek samping jarang terjadi dan bersifat ringan, gejalanya seperti lemas dan kemerahan pada lokasi suntikan yang bersifat sementara dan kadang-kadang gejala demam. (Depkes RI, 2005)

Namun apakah memang Program Imunisasi itu penting? Ntahlah,, akal akalan pemerintah cari duit aja kali

 

baca juga:

a. Penjelasan gejala TT/ tetanus

b. Macam vaksinasi pada ayam

 

Tema Diskusi:

imunisasi tt pada ibu hamil menurut depkes, imunisasi TT pada ibu hamil menurut BKKBN 2011, kegiatan imunisasi ibu, masalah pelayanan imunisasi ibu hamil TT 2, pelaksanaan tt pada ibu hamil

Apa Pendapat Positifmu Mengenai Topik di Atas Kak?

Your email address will not be published. Required fields are marked *