Cara Melakukan Ruqyah yang benar (anti dukun aspal)

cara melakukan ruqyah | ruqyah dalam bahasa sederhana diterjemah ke dalam bahasa indonesia bermakna bacaan mantra. Maka dalam prakteknya kita mengenal ada dua macam ruqyah. Satu itu ruqyah syar’iyyah dan ruqyah syirkiyyah. Ke duanya ada di masyarakat dan sering kali masyarakat kurang memahami persisnya perbedaan cara melakukan ruqyah yang syar’i dengan yang syirk’i. Pahamnya bahwa dua orang yang berbeda esensi itu sedang melakukan cara melakukan ruqyah yang benar sesuai islam, padahal tidak demikian adanya.

Beda cara melakukan ruqyah, beda hasil akhir juga

Rasulullah hanya mengijinkan pengobatan menggunakan cara-cara yang syar’i dan melarang. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda, “Dahulu kami meruqyah di masa jahiliyyah. Lalu kami bertanya: “Wahai Rasulullah, bagaimana pendapatmu tentang hal itu?” Beliau menjawab: “Tunjukkan kepadaku ruqyah-ruqyah kalian. Ruqyah-ruqyah itu tidak mengapa selama tidak mengandung syirik.” (HR. Muslim no. 2200). Nah kalau di indonesia hanya sedikit yang mengetahui cara melakukan ruqyah yang tidak mengandung syirik.

 

cara melakukan ruqyah di masyarakat kita aneh aneh

Kebanyakan yang ada, bahkan para kiai yang dianggap memiliki kedudukan di suatu wilayah cara melakukan ruqyah nya masih menggunakan cara yang belum benar. Misalkan, pak kiai itu meruqyah namun mempergunakan media tertentu yang tidak dibolehkan syariah, pak kiai itu memindah penyakit dari tubuh manusia ke tubuh ayam atau media lain seperti kambing, batu, atau aneka jenis buah buahan. Prosesi pemindahan penyakit semacam itu sama sekali tidak ada dalilnya dalam pandangan al qur’an maupun hadis.

 

ada lagi yang cara meruqiyah dengan membaca sesuatu yang nggak jelas, tiba tiba disebulkan ke suatu perantara, ntah itu air dan apapun yang nanti dipercik percikan ke tubuh orang yang sakit atau kesurupan. Sebenarnya prosesi orang membacakan bacaan al qur’an pada suatu media seperti air itu sendiri bukan perbuatan yang terlarang, hanya ketika membacanya suaranya kecil, nggak jelas yang dibaca apa, karena ndak semua bacaan bahasa arab itu bahasa qur’an dan hadist lalu tiba tiba disebulkan/ ditiupkan ke gelas atau yang lain. Ke tidak jelasan apa yang dibaca ini yang menjadi was was, jangan-jangan ada sesuatu bacaan lain yang dimasukan.

 

La, lalu kriteria benar dalam cara melakukan ruqyah menurut nabi bagaimana?

ya kembali ke penjelasan Al-Imam Al-Qurthubi rahimahullahu dalam Ahkamur Ruqa wa At-Tama`im hal. 35 bahwa beliau berkata: “Hadits-hadits sebelumnya menunjukkan bahwa hukum asal seluruh ruqyah adalah dilarang, sebagaimana yang tampak dari ucapannya: ‘Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang dari segala ruqyah.’ Larangan terhadap segala ruqyah itu berlaku secara mutlak. Karena di masa jahiliyyah mereka meruqyah dengan ruqyah-ruqyah yang syirik dan tidak dipahami. Mereka meyakini bahwa ruqyah-ruqyah itu berpengaruh dengan sendirinya. Ketika mereka masuk Islam dan hilang dari diri mereka yang demikian itu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang mereka dari ruqyah secara umum agar lebih mantap larangannya dan lebih menutup jalan (menuju syirik). Selanjutnya ketika mereka bertanya dan mengabarkan kepada beliau bahwa mereka mendapat manfaat dengan ruqyah-ruqyah itu, beliau memberi keringanan sebagiannya bagi mereka. Beliau bersabda: ‘Perlihatkan kepadaku ruqyah-ruqyah kalian. Tidak mengapa menggunakan ruqyah-ruqyah selama tidak mengandung syirik’.”

 

So ringkasnya:

  1. cara melakukan ruqyah harus sesuai yang dicontohkan oleh rasulullah. Bacaan qur’an atau petikan dari dari hadist yang shahih harus dibaca dengan keras.
  2. bacaan ruqyahnya tidak boleh ditambahi cara-cara yang lain seperti tahan napas, harus hadap sana, hadap sini, atau pas jam jam tertentu yang tidak ada dasar hadist yang kuat mengenai cara-cara tersebut
  3. tidak boleh dicampur dengan amalan syirik seperti menabur-nabur bunga, memakai media keris, atau apapun selama prosesi. Peruqyah harus melenyapkan segala wasilah kemusyrikan selama proses ruqyah, bahkan dari seblelum ruqyah. Pasien diminta mengeluarkan semua jimat atau benda pusaka yang dimilikinya untuk dimusnahkan.
  4. pembacaan al qur’anya harus benar sesuai kaidah bacaan tartil, kaidah tajwid, serta dengan bahasa asli arab/ qur’annya langsung.
  5. Peruqyah tidak bekerja sama dengan jin. meminta bantuan atau menuruti permintaan jin yang sedang mengganggu seseorang pasiennya.

 

Ya demikian panduan ringkas cara melakukan ruqyah yang sesuai petunjuk Al Qur’an dan sunnah. JAngan sampai terjebak pada ruqiyah syirkiyah yang bisa menjerumuskan kita ke api neraka. Wallahu’alam.

Tema Diskusi:

Apakah ruqyah harus dibaca keras?, beda dukun dengan ruqyah, cara rukiyah sederhana

Apa Pendapat Positifmu Mengenai Topik di Atas Kak?

Your email address will not be published. Required fields are marked *