Hasil EEG pada Kelainan- Kelainan Neurologik

rajabekam.info | Hasil EEG pada kelainan-kelainan neurologik| Electroencephalogram atau EEG adalah suatu test untuk mendeteksi kelainan aktivitas elektrik otak. dr. Darmo Sugondo membedakan antara Electroencephalogram ( EEG ) dan Electroencephalografi. Electroencephalografi adalah prosedur pencatatan aktifitas listrik otak dengan alat pencatatan yang peka sedangkan grafik yang dihasilkannya disebut Electroencephalogram.

Jadi Aktivitas otak berupa gelombang listrik, yang dapat direkam melalui kulit kepala disebut Elektro-Ensefalografi (EEG).  Amplitudo dan frekuensi EEG bervariasi, tergantung pada tempat perekaman dan aktivitas otak saat perekaman.

EEG pada kelainan-kelainan neurologik

Di bawah ini akan dijelaskan beberapa hasil pemeriksaan EEG yang penting dari kelainan-kelainan neurologik, yaitu :

EEG pada penyakit konvulsif

EEG paling banyak digunakan untuk mendiagnosa dan mengklasifikasikan epilepsy. Paroksismal merupakan pemunculan yang episodic dan mendadak suatu gelombang atau kelompok gelombang yang secara kwantitatif dan kwalitatif berbeda dengan gambaran irama dasarnya. Tipe aktivitas paroksismal yang timbul ketika serangan, sampai derajat tertentu mempunyai korelasi dengan tipe klinis.

Petit mal dalam serangan ditandai oleh aktivitas spike and wave dengan frekuensi 3 spd, menyeluruh disemua saluran, bersifat sinkron dan simetris dengan voltase yang tinggi yang dapat mencapai 1000 mikrovolt. Grand mal dalam serangan sangat sulit direkam karena terganggu oleh gerakan-gerakan motorik individu; gambaran kejangnya adalah berupa aktivitas cepat yang menyeluruh bervoltase tinggi berbentuk polyspike dengan frekuensi EEG 8-12 spd, diselingi gelombang-gelombang lambat dari 1,5-3 spd.

Epilepsi psikomotor ditandai oleh aktivitas spike didaerah temporal depan EEG. Kebanyakan rekaman penderita epilepsy merupakan rekaman di luar serangan (interictal), yang tidak jarang tidak memperlihatkan abnormalitas, walaupun klinis jelas merupakan suatu epilepsy. Karenanya usaha-usaha provokatif dipergunakan untuk merangsang timbulnya aktivitas EEG abnormal yang tak terlihat secara spontan.

Keadaan tidur (alamiah maupun akibat induksi obat) mengaktifkan paroksismalitas yang umum maupun fokal. Dalam keadaan tidak tidur hanya kira-kira sepertiga individu dengan diagnosa klinik epilepsy memperlihatkan paroksismalitas spesifik, 15 % memperlihatkan EEG yang normal dan sisanya memperlihatkan perlambatan atau percepatan yang spesifik.

Dalam keadaan tidur gambaran serangan dua kali lebih sering terlihat, terutama untuk epilepsy psikomotor. Hiperventilasi paling efektif dalam mengaktifkan gelombang-gelombang serangan petit mal; kadang-kadang hiperventilasi dapat mengaktifkan abnormalitas yang bersifat fokal atau menimbulkan gambaran kejang yang partial. Stimulasi fotik dapat menimbulkan paroksismalitas menyeluruh berupa kompleks spike and wave yang disebut “photoparoxysmal response”.

EEG pada lesi desak ruang lain

Abses otak memberikan gambaran yang sama dengan tumor : 90-95% memperlihatkan aktivitas teta atau delta yang menyeluruh dengan focus frekuensi terendah diatas daerah abses. Fokus perlambatan iniseringkali sangat rendah sampai 0,3 spd dan bervoltase sangat tinggi sampai 500 mikrovolt di EEG. Subdural hematom yang kronik 90% memperlihatkan EEG yang abnormal, sehingga penemuan EEG yang normal menyingkirkan kemungkinan hematom secara cukup kuat.

EEG pada rudapaksa kepala

EEG berkorelasi dengan hebat dan luasnya rudapaksa kepala. Commotio cerebri EEG umunya normal. Memar otak akut meperlihatkan penurunan voltase yang diffuse, diikuti pembentukan aktivitas delta bervoltase rendah yang menyeluruh. Pada area kontusi aktivitas cepat ditekan dan seringkali ditemui asimetri dalam amplitude irama alfa.

Setelah fase akut aktivitas delta relative akan terlokalisir di daerah kontusi. Setelah kira-kira 2 minggu terlihat peninggian frekuensi dan penurunan voltase dari fokus delta tersebut. Dapat dilihat pula fokus spike di daerah kontusi. Pada masa penyembuhan hiperventilasi akan menimbulkan perlambatan umum sampai 30 hari setelah trauma.

EEG pada infeksi otak meningitis

Meningitis akut memberikan abnormalitas perlambatan yang difus berupa irama delta, baik pada bentuk purulent maupun serosa. Biasanya kelainan EEG berkaitan erat dengan tingkat kesadaran individu. Uatu perlambatan fokal yang timbul pada rekaman ulangan individu dengan meningitis mungkin sekali menandakan pembentukan abses. Ensefalitis memberikan perlamabatn umum, biasanya dengan frekuensi yang lebih rendah dari meningitis.

Puas deh bahas EEG..

Tema Diskusi:

cara membaca hasil eeg, cara hiperventilasi saat eeg, cara membaca hasil rekam otak, cara membaca eeg pada skrin, cara mudah membaca EEG

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>